Kasus Penikaman di Depan Gereja Katolik Paroki Santo Bernadus, Aimas

Nabire jelas.com. Sorong.Identitas Para Pihak
1. Korban
Nama: Cristina Ewit Syufi
Suku: Miyah + Ireres, Tambrauw
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
2. Pelaku
Nama: Maximus Sasior (Mantan Suami Korban)
Suku: Aifat Timur, Maybrat
3. Saksi Kunci
Nama: La Rima (Sopir Maxim Mobil nopol PY 1856 AB)
Alamat: Jln. Perkutut, Kel. Malasom, Kec. Aimas, Kab. Sorong.
II. Kronologi Peristiwa
Peristiwa tragis ini terjadi pada hari pelaksanaan ibadah di Gereja Katolik Paroki Santo Bernadus, dengan urutan kejadian sebagai berikut:
Pukul 08.50 WIT: Korban bersama anaknya yang bernama Tasya memesan layanan transportasi Maxim menuju Gereja Katolik Paroki Santo Bernadus untuk melaksanakan ibadah.
Pukul 08.55 WIT: Mobil Maxim tiba di depan gerbang gereja. Namun, korban dan anaknya tidak langsung turun dari kendaraan.
Pukul 08.58 WIT: Korban sempat meminta sopir untuk menunggu sebentar karena ia merasa terancam dengan keberadaan mantan suaminya (pelaku) yang terlihat berada di dalam mobil Hilux hitam di sekitar lokasi.
Pukul 09.05 WIT: Sopir Maxim mengarahkan korban untuk segera turun karena ia harus kembali bekerja mencari penumpang lain.
Pukul 09.08 WIT: Korban bersama anaknya akhirnya turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih kepada sopir.
Pukul 09.10 WIT: Sesaat setelah turun, pelaku (Maximus Sasior) langsung menghampiri dan menikam korban. Pelaku kemudian melarikan diri menggunakan mobil Hilux hitam tanpa nomor polisi (nopol).
Pukul 09.12 WIT: Korban yang sedang menggendong anaknya sempat berteriak meminta tolong dan mencoba berlari menuju dalam gereja. Namun, korban terjatuh di depan gerbang dan dinyatakan meninggal dunia.
Pukul 09.15 WIT: Pihak kepolisian dari Polres Sorong (Piket Pawas Ipda Nursam dan Anggota SPKT) tiba di lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *